Prinsip Kaizen

Prinsip Kaizen
by

Kaizen Malang StrudelSalah satu negara yang membuat saya kagum dalam hal pertumbuhan ekonominya adalah negara Jepang. Betapa tidak, setelah dihantam nuklir sekutu 70 tahun silam negara ini bangkit secara perlahan namun pasti. Sekarang negara Jepang menjadi salah satu negara terkuat di Asia bahkan di dunia!. Perusahaan-perusahaan di Jepang pun tak kalah gesitnya, mereka semua menjadi yang terbaik di bidangnya.

Saya pernah membaca salah satu faktor yang membuat perusahaan-perusahaan di Jepang menjadi hebat. Hal tersebut adalah penggunaan prinsip Kaizen. Kaizen berasal dari bahasa Jepang yang artinya ‘kai’ perbaikan, dan ‘zen’ baik. Apabila diartikan seluruhnya adalah perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus.

Dalam pemahaman sederhana saya, prinsip ini bermakna perbaikan yang dilakukan dari hal-hal terkecil, namun dilakukan secara terus-menerus. Prinsip Kaizen ini sebenarnya telah tertuang dalam Surat Al Baqarah 2:153 “Hai orang-orang yang beriman, mintalah kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. Orang yang sabar adalah orang yang tabah melakukan experimentation untuk terus meningkatkan kualitas hidupnya.

Dala manajemen Malang Strudel kami juga menerapkan prinsip Kaizen ini. Kami ingin mencontoh kesuksesan perusahaan-perusahaan Jepang tersebut. Sewaktu mendirikan Malang Strudel kami memiliki visi besar. Visi tersebut adalah agar setiap wisatawan yang datang ke Malang selalu ingat dengan Malang Strudel sebagai oleh-oleh khas dari Malang. Kami ingin menjadi bagian dari kesuksesan kota Malang yang tumbuh dengan cepat dalam sektor pariwisata.

Pembukaan cabang ke-3 dan 4 Malang Strudel memberi pelajaran manis bagi saya dan tim. Dua cabang baru yang dibuka tepat pada H-4 lebaran kemarin sungguh di luar prediksi kami. Hari pertama pembukaan langsung membludak dan stok dengan cepat segera habis. Strudelers yang antri bahkan sempat ada yang marah-marah karena tidak kebagian stok. Besoknya, kami membuat aturan bahwa strudelers hanya boleh membeli maksimal 2 box/orang.

Hal tersebut bertujuan agar para pengunjung yang lain bisa kebagian Malang Strudel juga. Sekali lagi, di luar perkiraan kami antusiasme Strudelers tidak sebanding dengan stok kami yang belum banyak. Beberapa strudelers yang kecewa di antaranya mention langsung ke akun sosmed saya untuk curhat. Saya pasrah, ini sudah upaya maksimal dari kami untuk menggenjot produksi. Sayapun hanya bisa minta maaf, dan berjanji untuk segera melakukan perbaikan terutama pada masalah kapasitas produksi.

Lebaran tahun ini benar-benar membuat deg-degan terus. Laporan dari 4 outlet di Malang saya cek setiap 30 menit. Foto-foto yang di-share tim kami dari Malang membuat saya terharu. Strudelers yang tidak kebagian Malang Strudel bahkan ada yang rela menunggu 1 jam sampai stok baru dating. Itupun telat karena jalanan kota Malang yang macet parah selama lebaran.

Adapula Strudelers yang mention saya curhat bahwa pelayanan customer service kami kurang memuaskan. Memang kami akui, customer service di 2 outlet ini merupakan pegawai baru yang masih dalam tahap training. Tentu saja mereka memang belum siap menghadapi kondisi di lapangan, karena begitu masuk kerja langsung melayani Strudelers yang membludak. Saya membalas satu-persatu strudelers yang mention langsung akun saya, Alhamdulilah mereka dapat memahami.

Sampai tulisan ini saya buat, kami masih terkendala dengan masalah stok. Kapasitas produksi kami sudah maksimal dan belum bisa dinaikkan. Just info, saat ini kami sedang mengupayakan untuk pemindahan dapur produksi yang lebih besar, sehingga kapasitas produksi bisa dinaikkan. Semoga dalam awal bulan depan ini sudah selesai, dan Strudelers tidak perlu dibatasi pembeliannya.

Kami sungguh berterimakasih atas mention-mention Strudelers yang langsung tertuju pada akun kami, laporan by e-mail, sms, dan telepon tentang segala kekurangan kami. Kami menyadari 6 bulan memulai Malang Strudel merupakan waktu yang sangat singkat bagi kami untuk bisa beradaptasi, dan melayani Strudelers. Sampai hari inipun mungkin masih banyak kekurangan kami, namun percayalah kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik. Insya Allah.

Kami akan selalu melakukan perbaikan terus-menerus meskipun kecil dan tidak berdampak langsung pada saat itu. Karena kami percaya dengan prinsip Kaizen-nya Jepang, bahwa perbaikan dan penyempurnaan dari hal kecil yang terus kami lakukan akan membawa dampak yang besar di kemudian hari. Semoga Allah Ta’ala meridho, memberkahi, dan melancarkan. Amin.

 

Teuku Wisnu, 2 Agustus 2015

Share