Adab Makan dan Minum Yang Baik

Adab Makan dan Minum Yang Baik

Saudaraku, Nabi ﷺ pernah bersabda : “sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan”
Ya, Islam mengajarkan kita untuk bersikap pertengahan, yaitu tidak bersikap berlebihan dan tidak pula meremehkan. Bahasa simplenya, sedang-sedang aja.
Hal ini berlaku untuk segala hal, baik itu menyangkut pakaian, makanan dan minuman. Karena segala sesuatu yang dikerjakan secara berlebihan itu tidak baik. Allah berfirman (yang artinya) : “hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, DAN JANGANLAH BERLEBIH-LEBIHAN. Sesungguhnya Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan.”
Saudaraku, sayangnya yang seringkali dilakukan oleh kita adalah MAKAN DAN MINUM BERLEBIH-LEBIHAN, hingga KEKENYANGAN, padahal Rasulullah ﷺ bersabda: Tidaklah seorang anak Adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk dibanding perutnya. Bila tidak ada pilihan, maka cukuplah baginya sepertiga dari perutnya untuk makanan, sepertiga lainnya untuk minuman dan sepertiga lainnya untuk nafasnya. (HR. Ahmad)
Subhanallâh… betapa indahnya ajaran agama kita ini. Setelah Nabi mencela makan dan minum -secara berlebihan-, maka beliaupun memberikan “tips” hidup yang sehat, yaitu : sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk nafas. Menerangkan hadits di atas, salah satu ulama besar yang juga pakar kesehatan di zamannya, Imam Ibnul Qayyim -semoga Allah merhahmati beliau- berkata, “Ketahuilah bahwa makan itu ada tiga tingkatan:
1. Kebutuhan
2. Kecukupan
3. Kelebihan
Pada hadits di atas, Nabi ﷺ mengabarkan bahwa hendaknya kita MAKAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN, dan MENCUKUPKAN diri dengan beberapa suap makanan yang dapat MENEGAKKAN TULANG PUNGGUNG. Sehingga kita tidak menjadi lemah. Inilah maksud MAKAN SAAT LAPAR DAN BERHENTI SEBELUM KEKENYANGAN.
Jika kita hendak makan, maka hendaknya kita makan sepertiga dari daya tampung perut kita. Dengan demikian kita telah menyisakan sepertiga dari ruang perut untuk air dan sepertiga lainnya untuk nafas anda.
Sesungguhnya, pembagian yang dijelaskan Nabi ﷺ ini sangat berguna bagi KESEHATAN FISIK (badan) dan juga KESEHATAN BATIN (jiwa). Coba kita perhatikan wahai saudaraku : yaitu, jika kita kebanyakan makan maka perut kita dipenuhi oleh makanan, sehingga tidak tersisa lagi ruang untuk minuman. Dan apabila kita minum, maka ketika kita nafas akan menjadi sesak. Akibatnya, kita menjadi mudah lelah, mual dan sesak napas, seperti orang yang memikul beban terlalu berat.
Selain itu, perut kekenyangan memiliki pengaruh buruk terhadap kepribadian dan jiwa. Hal ini menyebabkan kita menjadi malas beraktivitas, ali-alih beribadah. Pendek kata, orang yang makan berlebihan maka perutnya senantiasa penuh, hal ini berakibat buruk bagi kesehatan raga dan jiwa.
Karena itu, di video ini saya bermaksud mengajak saudaraku untuk hidup tidak berlebih-lebihan, terutama dalam hal makan dan minum. Ini adalah gaya hidup Nabi ﷺ dan para sahabat beliau, gaya hidup yang SEHAT dan PRODUKTIF. Semoga bermanfaat…

Share